Mudik [Gue Seorang Raden] (Part 2)

Mudik part 2 saya kali ini adalah ke Cirebon (kampungnya ibu gue). Di sini, kehidupan gue sedikit rada terjamin. Bukan rada lagi malah, bener-bener terjamin. Air banyak, makan selalu ada, kasur springbed. Not like before. Hahaa*

Oiya, pasti pada nanya kan judulnya kok ada kata-kata radennya? *sotoy mode=on*

Jadi gini, setelah ditelusuri lebih lanjut, gue emang keturunan prabu gitu. Ceritanya Prabu Geusan Ulun (Namanya diabadikan menjadi nama jalan di jalan protokol Sumedang kota) adalah seorang prabu yang wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Jawa. Ia hidup di tahun 1600an. Dia memiliki anak bernama Jayamanggala. Lalu, Jayamanggala memiliki anak Yudhamanggala. Yudhamanggala memiliki anak Raden Soeantapraja (Kakek gue). Tau sendiri kan kelanjutan silsilahnya. *cerita silsilah dipotong demi menjaga privasi*

Jadi, di darah gue ini mengalir darah Raden / Prabu. Mulai sekarang, kalian semua boleh manggil gue dengan sebutan Dekha ganteng, Dekha cakep, atau yang lainnya. Eh, salah salah. Maksudnya kalian sekarang boleh manggil Raden Dekha atau Prabu Dekha. Nyahahah.~

2 Responses so far »

  1. 1

    adit said,

    October 9, 2008 @ 2:04 am

    hahahahahahahahahaha *gak kuat ngliat ira pakek baju keraton*
    dek reply-in blog qt gah!

  2. 2

    Dekha_21 said,

    October 9, 2008 @ 5:28 pm

    Wee.!

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words